Kadisdikda Sulut Jahja Rondonuwu Serukan Budaya Zero Tolerance Terhadap Bullying di Sekolah

 


MANADO — Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan komitmennya dalam memberantas segala bentuk perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan. Kepala Disdikda Sulut, Drs. Jahja Paulus Rondonuwu, M.Si, menyerukan pentingnya membangun budaya zero tolerance (tanpa toleransi) terhadap tindakan kekerasan di sekolah.

Jahja menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun dapat merusak masa depan generasi muda, baik dari sisi fisik maupun mental. Oleh karena itu, ia meminta pihak sekolah tidak menutupi setiap kasus perundungan yang terjadi, melainkan menyelesaikannya secara tuntas.

"Anak-anak adalah masa depan bangsa. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan," ujar Jahja Rondonuwu.

Dalam imbauannya, Jahja mengajak para siswa untuk berani bersuara jika melihat atau mengalami perundungan. Ia juga mendorong para guru dan orang tua untuk lebih peka dan menjadi pendengar yang baik, serta memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak, baik di lingkungan fisik maupun media sosial.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.